Powered By Blogger

Jumat, 08 November 2013

CARA MENGATUR WAKTU BELAJAR

PENDAHULUAN


LATAR BELAKANG
Belajar merupakan tugas pokok anda sebagai siswa baik belajar di sekolah maupun belajar di rumah. Oleh karena itu anda harus berusaha agar dapat belajar dengan baik dan teratur.
Belajar adalah usaha untuk memperoleh kepandaian dan ilmu. Belajar berarti usaha yang dilakukan secara sadar untuk mengetahui dan dapat melakukan sesuatu. Adapun hasil dari belajar berupa perubahan diri, maka anda harus mampu melakukan belajar yang dapat menghasilkan perubahan diri yaitu dari tidak dapat memahami pelajaran menjadi dapat memahami pelajaran
Tugas utama pelajar adalah belajar. Kegiatan belajar dapat dilakuakan disekolah dan dirumah waktu untuk kegiatan belajar disekolah yaitu kurang lebih tujuh jam seharinya, sementara itu waktu belajar dirumah ditentukan oleh masing - masing orang yang disesuaikan oleh kondisi masing – masing. Penggunaan waktu belajar secara efisien dapat meningkatkan keberhasilan belajar seseorang. Oleh karena itu setiap siswa sebaiknya dapat mengatur waktu belajarnya secara efisien.

RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana cara mengatur waktu belajar yang efisien,
2.      Bagaimana cara mengatur tempat belajar yang nyaman

TUJUAN
1.      Dapat menciptakan belajar yang efisien
2.      Dapat menciptakan suasana yang nyaman dalam belajar.

PEMBAHASAN

   A.   Cara Mengatur Waktu Belajar

Usahakan anda dapat mengatur waktu yang tepat dan efesien untuk belajar, sehingga anda tidak merasa ragu-ragu, menempuh keberhasilan dalam belajar. Coba perhatikan cara-cara mengatur waktu belajar berikut ini :
1.      Susunlah daftar kegiatan bealajar anda.
Anda dapat menentukan kegiatan-kegiatan yang anda akan lakukan pada hari itu. Hal ini akan membantu mengatur waktu belajar anda. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menyusun daftar kegiatan bealajar anda sebagai berikut :
a.       Catatlah semua pelajaran yang sudah pasti.
Kegiatan ini meliputi kegiatan rutin diluar belajar seperti : makan, istirahat, kegiatan les tambahan, mandi dll.
b.      Menentukan waktu untuk tidur.
Sebaiknya anda menyediakan waktu antara enam sampai delapan jam sehari untuk tidur.
c.       Menentukan waktu belajar (kurang lebih dua jam)
Untuk waktu bealajar dirumah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anda masing-masing.
d.      Menentukan waktu kegiatan lain.
Seperti : nonton tv. Mengembangkan hobi, maupun relaksasi (kurang lebih dua jam)
e.       Gunakan hari minggu untuk kegiatan selain belajar.

2.      Menetapkan waktu belajar anda
Masing-masing individu mempunyai kebiasaan belajar yang berbeda, oleh karena itu dengan menetapkan waktu belajar tentu sesuai dengan kondisi masing-masing individu.



3.      Janganlah menyia-nyiakan waktu luang.
Misal ada guru yang berhalangan hadir, atau pelajaran selesai belum pada waktunya, gunakanlah waktu itu untuk belajar, diskusi atau membaca.

4.      Gantilah waktu belajar yang hilang.
Anda harus menggati waktu belajar anda yang hilang karena anda melakukan kegiatan yang lain dengan cara mengurangi waktu bermain anda.

5.      Luangkan Waktu Untuk Bersenang-Senang
Waktu untuk rekreasi membantu anda agar tetap sehat secara mental dan fisik. Kerjakan dulu tugas wajib anda sebelum rekreasi. Waktu luang akan terasa lebih bebas kalau tidak ada urusan yang belum anda selesaikan. Rekreasi juga dapat dijadikan sebagai imbalan, jika anda sudah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu.


6.      Jangan membebani diri dengan jadwal yang berlebihan
Lakukan perubahan untuk mencapai prestasi secara bertahap, bila terlalu banyak yang anda kerjakan, anda akan menjadi bingung dengan jadwal tersebut. Kaji ulang kegiatan anda. Tentukanlah hal penting untuk segera dikerjakan.

7.      Jangan menunda - nunda.
Banyak orang menunda-nunda karena suatu alasan. Kemungkinan tugas tersebut terlalu sulit atau membuat stres. Apapun penyebabnya, menunda-nuda pekerjaan merupakan kebiasaan buruk. Mungkin ketika anda sudah mulai mengerjakannya, tugas tersebut terasa menjasi lebih mudah dari yang anda perkirakan. Kalau anda benar-benar tidak dapat memulai, bicarakan dengan teman, guru atau orang lain yang anda percaya.




  B.   Cara Meyiapkan Tempat Belajar

Tempat belajar sangat besarpengaruhnya terhadap hasil belajar seseorang. Tempat bealajr meyenangkan akan membatu membangkitkan semangat bealajar dan membantu memusatkan konsentrasi seseorang pada hal – hal yang akan dipelajari. Sebaliknya tempat belajar yang tidak menyenangkan akan mengakibatkan seseorang tidak dapat berkonsentrasi pada hal – hal yang akn di pelajari.
Tempat bealajar yang baik meliputi pencahayaan yang cukup terbebas dari gangguan suara dan gangguan pandangan, pengaturan meja dan kursi yang baik, dan pengaturan bahan pelajar yang baik, dan pewarnaan dalam ruangan belajar yang bisa memanipulasi ingatan lebih kuat (misalnya penggunaan cat).
Biasanya tempat belajar juga tergantung dengan waktunya, karena biasanya ada tempat-tempat tertentu yang bising disiang hari misalnya, tetapi cukup tenang dimalam hari atau dipagi hari. Silahkan sesuaikan antara tempat belajar dengan waktu belajar.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikandalam mengatur tempat belajar antara lain :
1.      Tentukan tempat belajar tetap.
Anda harus bisa mengatur meja dan kursi membelakangi tempat tidur, hal ini sebagai usaha untuk mengurangi keinginan istirahat sebelum waktu istirahat tiba.
2.      Hindarilah hal-hal yang dapat mengganggu belajar anda
a.       Suara, seperti suara radio, televisi, dan suara orang bicara. Untuk menghindari hal ini anda bisa bicara dengan keluarga anda tentang kapan waktu belajar maupun waktu santai bersama.
b.      Pemandangan
Seperti gambar dinding yang tidak berkaitan dengan pelajaran, hal ini dapat meyebabkan anda dapat melihat orang yang lalu-lalang. Cara yang terbaik ialah belajar dengan menghadap dinding.
c.       Gangguan selama selinga-selingan waktu belajar
Untuk mngatasi hal ini anda dapat menutup pintu selama waktu belajar anda dan memberi tahu kepada keluarga anda sedang belajar dan tidak mau di ganggu oleh kegiatan yang tidak berhubungan dengan belajar.


3.      Aturlah cahaya lampu
hal ini agar tidak langsung menyinari mata dan dapat menyinari semua ruangan. Cahaya lampu  yang langsung menyinari mata akan mengakibatkan mata cepat ngantuk.
4.      Aturalah meja dan kursi belajar.
Sebaiknya anda tidak mengisi meja belajar anda dengan barang yang tidak berhubungan dengan mata pelajaran dan memeilih kursi belajar yang rata dan dapat dipakai dengan tegak
5.      Aturlah semua bahan pelajaran
Mengatur bahan pelajaran ditempat yang dekat dengan meja belajar sehingga mudah mengambil bahan pelajaran yang diperlukan. Ini memebantu mencari bahan pelajaran lebih cepat.
6.      Ventilasi yang cukup.
Ventilasi berguna untuk mengatur pergantian udara agar ruang belajar anda tetap segar dan nyaman dipakai.  











PENUTUP

KESIMPULAN
Memanfaatkan waktu untuk belajar tidak datang dengan sendiriny tetapi melalui latihan dan membuat jadwal kegiatan sehari-hari yang dilaksanakan dengan ketat. orang-orang yang mencapai keberhasilan dalam hidupnya adalah orang-orang yang teratur dan disiplin memanfaatkan waktunya. Anda sebagai siswa memanfaatkan waktu anda untuk belajar terutama menjelang ulangan, gunakan/tambahkan waktu belajar anda dengan memanfaatkan waktu luang pagi hari, siang hari dan malam hari yang biasanya digunakan untuk bermain atau nonton TV. Selain itu keadaan tempat belajar yang nyaman akan mendorong kita agar lebih giat dalam belajar, karena Tempat belajar sangat besarpengaruhnya terhadap hasil belajar seseorang. Tempat bealajr meyenangkan akan membatu membangkitkan semangat bealajr dan membatu memusatkan konsentrasi seseorang pada hal – hal yang akan dipelajari.


erI &. O �w� (� yang demikian itu secara tegas mengatur kedudukan, tugas dan tanggung jawab para personil sekolah yang terlibat. Demikian pula, organisasi tersebut tergambar dalam struktur atau pola oraganisasi yang bervariasi yang tergantung pada keadaan dan karakteristik sekolah masing-masing. Hal-hal yang membedakan antara lain dilihat dari segi peranan, wewenang, dan tanggungjawab dari penguasa sekolah, serta terletak pada kondisi sekolah yang bersangkutan, tenaga atau personel yang tersedia, serta fasilitas yang ada.


Sebagai contoh, untuk sebuah sekolah yang jumlah siswanya sedikit dengan jumlah guru pembimbing yang terbatas maka pola organisasinya bisa bersifat sederhana.Sebaliknya, jika sekolah tersebut siswanya berjumlah banyak dengan didukung oleh personil sekolah yang memadai diperlukan sebuah pola organisasi bimbingan dan konseling yang lebih kompleks.




Ada tiga macam pola umum organisasi bimbingan dan konseling di sekolah, diantaranya:
      1.      Pola umum organisasi pelayanan bimbingan dan konseling I
      2.      Pola umum organisasi pelayanan bimbingan dan konseling II
      3.      Pola umum organisasi pelayanan bimbingan dan konseling III


















KESIMPULAN
            Jadi dari isi makalah tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa konsep dasar organisasi dalam bimbingan dan konseling berperan sangat penting karena pelaksanaaannya tiap personel BK menyadari tugas, wewenang dan tanggung jawabnya, Terhindar dari tumpang tindih tugas,  Terjadi mekanisme kerja secara baik dan teratur,  Terjadi kelancaran, efisiensi dan efektivitas.
Tanpa pengorganisasian, BK tidak akan terlaksana secara sistematis, tidak ada suatu koordinasi,   perencanaan, sasaran yang jelas, serta kepemimpinan yang proporsional dan profesional. Pengorganisasian BK membantu seluruh personel sekolah, siswa dan orang tua dalam mengoptimalkan peran masing-masing serta mencegah terjadinya penyalahgunaan tugas tiap personel.














DAFTAR PUSTAKA
ebookbrowse.com/konsep-dasar-organisasi-bimbingan-konseling-pdf-d316054979
Eko13.wordpress.com/2012/10/03/konsep-dasar-bimbingan-dan-konseling-kelompok-i/

mza6bk.blogspot.com/2011/04/manajemen-bk.html

KONSEP DASAR PENGORGANISASIAN DALAM BK

BAB 1
PENDAHULUAN

      1.1  Latar Belakang

Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa, agar orang yang dibimbing mendapat mengembangkan kemampuan dirinya bsendiri dan mandiri, dengan memanfaatkan kekuatan individu yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang ada.

Menurut Bernard & Fullmer ( dalam Prayitno dan E.Amti, 1994:101) Konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan, motivasi, dan potensi-potensi yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasi ketiga hal tersebut.

Bimbingan dan konseling memiliki keterikatan satu sama lain. Hampir diseluruh sekolah memilki guru pembimbing ( yang bertugas melakukan pelayanan Bimbingan dan Konseling), hal ini dikarenakan untuk membantu siswa-siswa di sekolah tersebut untuk bisa menjalani kehidupannya dengan baik, serta untuk membantu siswa dalam memecahkan masalahnya.
Bimbingan dan konseling disekolah tidak berdiri sendiri, melainkan ada struktur organisasinya, yang mana di kepalai oleh kepala sekolah yang bertugas sebagai pengawas.
Selain organisasi, bimbingan dan konseling juga mempunyai pola organisasi.


     




 
1.2  Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang muncul dalam makalah ini adalah:
            1.2.1        Bagaimanakah konsep dasar organisasi dalam bimbingan dan konseling
            1.2.2        Bagaimanakah prinsip organisasi dalam bimbingan dan konseling
     
     
1.3  Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini, yaitu:
            1.3.1        Mengetahui konsep dasar organisasi dalam bimbingan dan konseling
            1.3.2        Mengetahui prinsip organisasi dalam bimbingan dan konseling



















BAB 2
PEMBAHASAN

Konsep Dasar Organisasi Bimbingan dan Konseling

A.    Pengertian Organisasi Bimbingan dan Konseling

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 1998) kata organisasi berarti, “kesatuan (susunan, dan sebagainya) yang terdiri atas bagian-bagian (orang, dan sebagainya) di dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu.”; atau “kelompok kerja sama antara orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama” . Dengan demikian, apa yang dimaksudkan dengan organisasi bimbingan adalah sama dengan mengorganisasi bimbingan, dimana kata mengorganisasi menurut KBBI berarti :” mengatur dan menyusun bagian-bagian (orang, dan sebagainya) sehingga seluruhnya menjadi suatu kesatuan yang teratur.

 B. Manfaat pengorganisasian

1) Tiap personel BK menyadari tugas, wewenang dan tanggung jawabnya.
2) Terhindar dari tumpang tindih tugas.
3) Terjadi mekanisme kerja secara baik dan teratur
4) Terjadi kelancaran, efisiensi dan efektivitas.

C. Implementasi pengorganisasian dalam Bimbingan dan Konseling

Tanpa pengorganisasian, BK tidak akan terlaksana secara sistematis, tidak ada suatu koordinasi,   perencanaan, sasaran yang jelas, serta kepemimpinan yang proporsional dan profesional. Pengorganisasian BK membantu seluruh personel sekolah, siswa dan orang tua dalam mengoptimalkan peran masing-masing serta mencegah terjadinya penyalahgunaan tugas tiap personel.

D. Organisasi dan Personalia

Manajemen Bimbingan dan Konseling di sekolah diselenggarkan oleh suatu organisasi dengan sejumlah personalia. Organisasi ini mencerminkan keterkaitan berbagai komponen dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Komponen pokok dalam organisasi Bimbingan dan Konseling di sekolah adalah:
     1.      Guru Pembimbing (di SLTP/SLTA dan guru kelas (di SD) ) yang merupakan pelaksana utama kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah.
     2.      Koordinator Bimbingan dan Konseling sebagai penanggung jawab utama pengelolaan bimbingan dan konseling di sekolah
     3.      Kepala sekolah, sebagai penanggung jawab menyeluruh kegiatan sekolah, termasuk kegiatan bimbingan dan konseling
     4.      Wali kelas, sebagai pengelola khusus sekelompok siswa dalam satu kelas sebagai kelompok sasaran pokok Bimbingan dan Konseling.
     5.      Guru Mata pelajaran dan Guru praktik, sebagai mitra kerja guru pembimbing dan guru mata pelajaran / praktik saling menunjang demi suksesnya program pengajaran dan program Bimbingan dan konseling
     6.      Pengawas sekolah bidang Bimbingan dan Konseling, dengan pejabat yang menyelenggarakan pengawasan dan pembinaan terhadap kegiatan guru pembimbing dalam rangka peningkatan kinerja bimbingan dan konseling di sekolah.
      7.      Siswa di sekolah yang bersangkutan, sebagai kelompok sasaran langsung kegiatan bimbingan dan konseling. Untuk ini motto yang dikembangkan adalah BK PEDULI SISWA.

Personalia yang berada di dalam masing-masing komponen tersebut diatas menyandang tugas, tanggung jawab, kewajiban, wewenang dan hak, khususnya dalam bidang kegiatan BK di sekolah. Tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak tersebut tidak boleh saling bertentangan atau melemahkan, melainkan justru menunjang, menguatkan, dan membesarkan.




Hal yang perlu diperhatikan agar pengorganisasian BK berjalan baik :

1.      Semua personel sekolah dihimpun dalam satu wadah, agar terwujud satu kesatuan cara bertindak kaitannya dalam memberikan layanan BK.
2.       Mekanisme kerja harus tunggal.
3.      Tugas, wewenang dan tanggguang jawab tiap personel jelas.

E. Tugas dan peran masing-masing personel yaitu:

1) Kepala Sekolah, sebagai penanggung jawab seluruh kegiatan sekolah, pemantau dan suvervisi pelaksana BK.

2) Wakil Kepala Sekolah, bertugas sesuai dengan bidang garapannya. Tugas-tugasnya yaitu:
• Pelaksana kebijakan kepala sekolah, terutama yang berkaitan dengan BK
• Penyedia informasi
• Mensosialisasikan program BK sesuai dengan bidangnya.

3) Wali Kelas, bertugas sebagai penyedia informasi, pemantau perkembangan dan kemajuan siswa, fasilitator dalam mensosialisasikan layanan BK serta membantu mengidentifikasi siswa yang membbutuhkan layanan responsif.

4) Guru Mata Pelajaran, bertugas mensosialisasikan layanan BK, menyediakan informasi tentang siswa saat proses belajar, mengidentifikasi siswa, serta memantau perkembangan dan kemajuan siswa.

5) Staf Administrasi, bertugas membantu mempersiapkan dan mengadministrasikan kegiatan BK serta memberi informasi tentang pelaksanaan layanan BK.

6) Konselor, bertugas:
• Mengorganisasikan Layanan BK
• Menganalisis karakteristik dan kebutuhan siswa serta kondisi sekolah.
• Mengkoordinasikan seluruh personel layanan BK.
• Menyusun, melaksanakan, mengevaluasi program.
• Mempertanggungjawabkan semua kegiatan BK kepada Kepala Sekolah.


F. Prinsip Organisasi Bimbingan dan Konseling

Prinsip-prinsip organisasi bimbingan dan konseling
Dalam organisasi bimbingan dan konseling di sekolah perlu diperhatikan beberapa prinsip operasional untuk menjamin kelancaran pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Prinsip-prinsip itu diantaranya mencakup:

      1.      Program layanan bimbingan dan konseling di sekolah hendaknya dirumuskan dengan jelas, sehingga tujuan yang ingin dicapai jelas diketahui oleh pihak-pihak yang bersangkutan terutama untuk memudahkan pelaksanaan pembagian tugas, tanggung jawab dan wewenang serta mengadakan penilaian terhadap program pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling itu sendiri.
      2.      Program bimbingan dan konseling harus disusun sesuai kebutuhan sekolah masing-masing. Sebab tiap sekolah memiliki kebutuhan, fasilitas tenaga personil yang berbeda-beda antara satu sekolah dengan yang lainnya.
       3.      Penempatan petugas-petugas bimbingan dan konseling harus disesuaikan dengan kompetensi, kualifikasi pendidikan, kemampuan, potensi-potensi dan keahliannya masing-masing.
4.      Program bimbingan dan konseling hendaknya diorganisasikan secara sederhana. Dalam artian program bimbingan dan konseling yang diorganisasikan secara sederhana itu harus mudah untuk dipelajari, dilaksanakan, dikontrol atau diawasi pelaksanaannya, dan memiliki fleksibilitas tinggi serta memiliki garis tanggung jawab yang jelas.
5.      Perlu diciptakan jalinan kerjasama yang erat antara petugas-petugas bimbingan dan konseling di dalam sekolah dan luar sekolah yang berkaitan dengan program bimbingan dan konseling di sekolah.
6.      Organisasi bimbingan dan konseling di sekolah harus dapat memberikan berbagai informasi yang penting bagi pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling, baik secara periodik maupun secara incidental pada seluruh personel sekolah ataupun pihak di luar lingkungan sekolah.
7.      Program layanan bimbingan dan konseling haruslah merupakan suatu program yang terpadu dengan keseluruhan program pendidikan di sekolah.




G. Pola Organisasi Pelayanan Bimbingan dan Konseling

Manajemen bimbingan dan konseling di sekolah agar bisa berjalan seperti yang diharapkan antara lain perlu didukung oleh adanya organisasi yang jelas dan teratur. Organisasi yang demikian itu secara tegas mengatur kedudukan, tugas dan tanggung jawab para personil sekolah yang terlibat. Demikian pula, organisasi tersebut tergambar dalam struktur atau pola oraganisasi yang bervariasi yang tergantung pada keadaan dan karakteristik sekolah masing-masing. Hal-hal yang membedakan antara lain dilihat dari segi peranan, wewenang, dan tanggungjawab dari penguasa sekolah, serta terletak pada kondisi sekolah yang bersangkutan, tenaga atau personel yang tersedia, serta fasilitas yang ada.

Sebagai contoh, untuk sebuah sekolah yang jumlah siswanya sedikit dengan jumlah guru pembimbing yang terbatas maka pola organisasinya bisa bersifat sederhana.Sebaliknya, jika sekolah tersebut siswanya berjumlah banyak dengan didukung oleh personil sekolah yang memadai diperlukan sebuah pola organisasi bimbingan dan konseling yang lebih kompleks.




Ada tiga macam pola umum organisasi bimbingan dan konseling di sekolah, diantaranya:
      1.      Pola umum organisasi pelayanan bimbingan dan konseling I
      2.      Pola umum organisasi pelayanan bimbingan dan konseling II
      3.      Pola umum organisasi pelayanan bimbingan dan konseling III


















KESIMPULAN
            Jadi dari isi makalah tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa konsep dasar organisasi dalam bimbingan dan konseling berperan sangat penting karena pelaksanaaannya tiap personel BK menyadari tugas, wewenang dan tanggung jawabnya, Terhindar dari tumpang tindih tugas,  Terjadi mekanisme kerja secara baik dan teratur,  Terjadi kelancaran, efisiensi dan efektivitas.
Tanpa pengorganisasian, BK tidak akan terlaksana secara sistematis, tidak ada suatu koordinasi,   perencanaan, sasaran yang jelas, serta kepemimpinan yang proporsional dan profesional. Pengorganisasian BK membantu seluruh personel sekolah, siswa dan orang tua dalam mengoptimalkan peran masing-masing serta mencegah terjadinya penyalahgunaan tugas tiap personel.














DAFTAR PUSTAKA
ebookbrowse.com/konsep-dasar-organisasi-bimbingan-konseling-pdf-d316054979
Eko13.wordpress.com/2012/10/03/konsep-dasar-bimbingan-dan-konseling-kelompok-i/

mza6bk.blogspot.com/2011/04/manajemen-bk.html

KOMUNIKASI DALAM KONSELING

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Komunikasi merupakan langkah pertama dalam proses konseling, membina hubungan sangatlah peting dan konseling adalah bentuk khusus dari hubungan atau komunikasi interpersonal. Dalam hal ini diartikan bahwa kaidah-kaidah yang berlaku pada proses komunikasi yang berarti berlaku juga dalam proses konseling.
Komunikasi diantara orang-orang yang ada dalam satu hubungan konseling harus menunjukan sikap menerima dan respeck, konselor harus harus berempati terhadap klien. Oleh karena itu makalah ini akan menjelaskan secara singkat tentang aspek psikologi (komunikasi dalam konseling)
                          
1.2  Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang diatas ada beberapa permasalahan yaitu
1.2.1 Bagaimana pengertian dari komunikasi dan apa saja unsur - unsur komunikasi ?
1.2.2 Apa saja macam – macam komunikasi dalam konseling ?
1.2.3 Faktor apa saja yang mempengaruhi komunikasi antar pribadi ?
1.2.4 Apa manfaat komunikasi dalam konseling ?

1.3  Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu
1.3.1 Mengetahui dan memahami bagaimana pengertian  komunikasi dan apa saja unsur - unsur komunikasi ?
1.3.2 Mengetahui dan memahami apa saja macam – macam komunikasi dalam konseling ?
1.3.3Mengetahui dan memahami factor – factor  apa saja  yang mempengaruhi komunikasi  antarpribadi ?
1.3.4 Mengetahui dan memahami apa manfaat komunukasi dalam konseling?


PEMBAHASAN
     
2.1 Pengertian Komunikasi
a. komunikasi adalah suatu transaksi, proses simbolik yang menghendaki orang – orang mengatur lingkungannya dengan :
1 membangun hubungan antara sesama manusia
2 melalui pertukaran informasi
3 untuk menguatkan sikap dan tingkah laku orang lain
4 berusaha mengubah sikap dan tingkah laku itu (Book,1980)
b. komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku itu.
c. komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling mengerti yang mendalam.
Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Komunikasi adalah suatu proses penyampean pesan ( idea atau gagasan) dari satu pihak ke pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi antara keduanya.
Umumnya komunikasi dilakukan menggunakan kata-kata yang tepat dimengerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
EFEK
2.2 Unsur-unsur dalam komunikasi
SUMBER
PESAN
MEDIA
PENERIMA
                
UMPAN BALIK
a)      Sumber :
     Semua komunikasi akan melibatkan sumber sebagai pembantu atau pengirim informasi. Dalam komunikasi konseling, sumber dapat terdiri dari satu orang.
b)      Pesan :
     Suatu yang disampaikan pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan melalui tatap muka atau melalui media komunikasi, isinya dapat berupa informasi atau nasehat.
c)      Media :
     Alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima. Yang termasuk media meliputi : pancaindra, telepon, surat dll.
d)     Penerima :
     Pihak yang menjadi sasaran yang dikirim oleh sumber, penerima dapat terdiri dari satu orang atau lebih.
e)      Pengeruh atau efek :
     Perbedaan apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesen. Pengeruh ini dapat terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang. Karena itu, pengeruh dapat juga diartikan perubahan atau penguatan keyakinan pada pengetahuan, sikap dan tindakan seseorang sebagai akibat penerimaan pesan.
f)       Umpan balik atau tanggapan :
     Salah satu bentuk dari pengaruh yang berasal dari penerima.

2.3 Macam – macam komunikasi dalam konseling
          Komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan keaktifitas hubungan antara manusia dangan kelompok. Komunikasi ini terdiri dari beberapa jenis yaitu
A.    Komunikasi Verbal
     Yaitu komunikasi yang menggunakan bahasa. Bahasa dapat didefinisikan seperangkat kata yang telah disusun secara berstruktur sehingga menjadi kalimat yang mengandung arti.
Komunikasi ini terdiri dari beberapa aspek yaitu
1.      Vocabulary, komunikasi tidak akan berjalan efektif bila pesan yang disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti oleh karena itu dalam proses konseling olah kata menjadi penting dalam komunikasi.
2.      Racing (kecepatan), komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik. Tidak terlalu lambat atau cepat dalam proses konseling.
3.      Intonasi suara, aspek ini mempengaruhi pesan dramatis sehingga pesan menjadi lain artinya.
4.      Humor, aspek ini dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989) memberi catatan bahwa tertawa dapat menghilangkan stress. Tertawa mempunyai hubungan psikis dan fisik. Dan disini yang harus diingat bahwa humor merupakan satu – satunya selingan dalam berkomunikasi.

B.     Komunikasi Non Verbal
Yaitu penyampaian pesan tidak menggunakan kata-kata melainkan dangan menggunakan bahasa tubuh. Komunikasi non verbal merupakan bentuk komunikasi yang mewarnai corak konseling sebagai suplemen (tambahan) komplemen dan subtitusi (pengganti) komunikasi verbal. Oleh karena itu seorang konselor herus memiliki pemahaman dan keterampilan dalam komunikasi non verbal. Fungsi dari komunikasi non verbal anatara lain :
1.      Meyakinkan apa yang diucapkannya
2.      Menunjukan perasaan dan emosi yang tidak dapat diutarakan dengan kata-kata oleh klien.
3.      Menunjukan jati diri sehingga orang lain dapat mengenalnya (identity)
4.      Menambah atau melengkapi ucapan-ucapan yang dirasakan belum sempurna
Beberapa hal yang termasuk dalam komunikasi non verbal adalah :
1.      Ekspresi wajah, wajah merupakan sumber yang kaya akan komunikasi. Sebab ekspresi wajah merupakan suasana emosi seseorang.
2.      Kontak mata, yang merupakan signal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan menggunakan kontak mata selama berkomunikasi, menandakan orang tersebut menghargai lawan bicara.
3.      Sentuhan, adalah bentuk komunikasi personal. Sebab sentuhan lebih bersifat spontan, perhatian, dukungan emosional dan simpati.
4.      Postur tubuh dan gaya jalan, cara seseorang berjalan duduk, berdiri, dan bergerak memperhatikan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
5.      Suara rintihan, menarik nafas panjang dan tangisan merupakan ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan komunikasi lainya, suara dapat menjadi pesan yang amat jelas.
6.      Gerak isyarat yaitu gerak yang dapat memperjelas atau mempertegas pembicaraan. Menggunakan syarat sebagai bagian total dalam berkomunikasi seperti mengetuk kaki, atau menggerakan tangan selama seseorang berbicara menunjukan seseorang sedang mengalami stress, bingung, atau sebagai upaya menghilangkan stress.
2.4 Komunikasi antar pribadi
          Komunikasi ini merupakan proses pemberi dan penerima pesan antara dua atau lebih dengan melibatkan beberapa pengaruh umpan balik. dalam proses konseling komunikasi antar pribadi perlu dikuasai oleh konselor demi keefektifan konseling. Dalam proses konseling, komunikasi antar pribadi memungkinkan terjadinya interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dank lien. Komunikasi ini ditandai dengan adanya :
a.   Pikiran berdasarkan informasi psikologis
b.  Interaksi berdasarkan pengetahuan yang lebih jelas
c.   Interaksi berdasarka aturan yang dibuat pribadi   
Adapun maksud dari komunikasi antar pribadi sebagai berikut :
a.   Menemukan diri sendiri
b.  Membentuk dan memelihara hubungan yang bermakna dengan orang lain
c.   Mengubah sikap dan prilaku sendiri dengan orang lain
d.  Bersifat menghibur dan memberi bantuan
e.   Komunikasi antar pribadi dapat merangsang timbulnya saling meniru dan saling melengkapi prilaku individu yang setu dengan yang lain
2.5 Manfaat atau Pentingnya komunikasi dalam konseling
          Dalam proses konseling, tidak terlepas dari komunikasi timbale-balik antara konselor dan klien. Komunikasi disini diartikan sebagai proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain agar saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya komunikasi dilakukan dengan lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.
          Komunikasi merupakan landasan bagi berlangsungnya konseling. Maka untuk terlaksananya komunikasi yang dialogis dan mengajak klien berpartisipasi secara aktif, selain dari memahami karakter klien adalah juga perlu menguasai keterampilan komunikasi dialogis. Sekurang-kurangnya ada delapan keterampilan dialogis yang harus dikuasai yaitu :
a.   Pemahaman, merupakan keterampilan dasar dalam proses komunikasi yang bersifat dialogis
b.  Empati, mempunyai makna sebagai satu kesediaan untuk memahami orang lain
c.   Merangkum, merupakan salah satu aspek dalam proses komunikasi konseling baik dalam memulai, sedang berjalan , dan mengakhiri.
d.  Kejujuran, konselor selaku komunikator harus mampu menunjukan kejujurannya dari yang diungkapkan.
e.   Sensitive, adalah suatu tindakan dalam memberikan respon kepada tindakan orang lain dalam bentuk mempertahankan hak asasi sendiri yang mendasar tanpa melanggar hak asasi orang lain.
f.   Konfrontasi, digunakan untuk membenarkan respon terhadap peran seseorang yang menyandang yang tidak sesuai.
g.  Pemecahan masalah, pemecahan masalah sangat diperlukan dalam komunikasi konseling untuk membantu klien dalam memecahkan masalah yang dihadapi.

                                                                   

                                     











PENUTUP

3.1 Simpulan
Komunikasi adalah suatu proses penyampean pesan ( idea atau gagasan) dari satu pihak ke pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi antara keduanya. Pada umumya komunikasi dilakukan secara lisan yang berimbas pada keefektifan sehingga pihak kedua lebih dapat menerima pesan yang disampaikan dengan baik. Akan tetapi pada sisi lain komunikasi non verbal yang tidak kalah pentingnya dalam proses komunikasi, apalagi jika dalam proses konseling. Pendekatan secara persuasive melelui gerakan – gerakan atau isyarat – isyarat merupakan komponen yang tidak terpisahkan selain dari pada komunikasi verbal.